Salah Satu Syaraf tidak Berfungsi

Dokter Rifan, anak saya (2) sering mengalami sakit panas dan batuk. Saya memberikan obat pereda panas dan batuk, tapi belum ada tanda-tanda membaik. Batuk dan panasnya masih saja sering kumat. Saya sempat membawanya ke spesialis anak. Setelah diperiksa, dokter bertanya, apakah kalau menangis, posisi bibir anak saya miring. Saya jawab ‘iya’. Tapi itu sudah berlangsung sejak lahir. Saya kaget begitu mendengar dokter memberi penjelasan kalau salah satu saraf anak saya tidak berfungsi. Benarkah gangguan ini bisa terjadi pada anak berusia 2 tahun? Apakah ada pengobatannya? Mohon Dokter Rifan memberikan penjelasan lebih lanjut. Terima kasih. Ika Lestari – Binjai.

Sayang, ibu tidak menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan motorik si kecil; apakah masih sama seperti anak-anak seusianya? Bila ada keterlambatan perkembangan, mungkin saja kondisi mulut yang miring saat manangis berhubungan dengan kelainan perkembangan dan demam yang berulang, misalnya ada penumpukan cairan di dalam rongga otak (efusi subdural). Demam dan batuk yang sering terjadi dapat saja disebabkan oleh banyak hal. Contoh, ada sumber penularan di sekitarnya yang berulang terjadi sehingga ia terinfeksi. Sebaiknya Ibu membawanya kembali ke dokter spesialis anak subspesialis saraf yang ada di kota besar sehingga kondisi yang sebenarnya dapat ditemukan dan terapinya akan lebih tepat.

Dokter Judi, saya (27) sedang hamil muda 13 minggu. Minggu lalu saya melakukan hubungan dengan suami. Setelah itu timbul ­ ek cokelat keluar ketika saya buang air kecil. Karena saya khawatir, pagi harinya langsung saya cek ke dokter. Setelah pemeriksaan, dinyatakan kandungan saya baik-baik saja. Namun saya masih galau, benarkah hal ini tidak berpengaruh bagi kehamilan. Saya khawatir, kalau berhubungan intim lagi akan kembali keluar ­flek. Mohon saran Dokter Judi. Terima kasih. Gadis Kusumawati – Jakarta.

Setiap perdarahan pada kehamilan dianggap abnormal dan harus dicari penyebabnya agar penanganannya menjadi tepat dan benar. Perdarahan pascasanggama dapat disebabkan lukanya dinding vagina atau mulut rahim saat berhubungan. Perdarahan tersebut terjadi akibat adanya infeksi sehingga dinding vagina dan mulut rahim rapuh. Dokter perlu melakukan inspekulo (pengamatan mata) untuk menilai keadaan dinding vagina dan permukaan mulut rahim. Selain akibat adanya infeksi, perdarahan juga dapat disebabkan oleh adanya daging tumbuh dari mulut rahim (polip serviks atau polip endometrium) atau kanker mulut rahim (kanker serviks) atau letak bakal plasenta menutupi lubang mulut rahim bagian dalam (ostium uteri internum). Melalui uji Pap’s smear dapat mendiagnosis adanya kanker serviks. Lokasi plasenta dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG transvaginal. Terima kasih banyak atas pertanyaannya.

Berikut informasi lengkap mengenai tempat kursus bahasa Perancis terbaik di Jakarta yang bisa menjadi rekomendasi anda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *