Peringkat Keselamatan Penerbangan Indonesia Naik Tajam

Berdasarkan hasil audit keselamatan penerbangan yang dilakukan ICAO, peringkat Indonesia melonjak menjadi urutan ke-55 dari 191 negara. Banyak harapan dan peluang besar yang menanti di depan bagi dunia penerbangan Indonesia. Bulan November 2017 menjadi bulan y a ng p a t u t d i ke n a ng b a g i i n s a n penerbangan di Indonesia. Sebab, p a d a b ul a n t e r s e b u t m e n c u a t b e r i t a menggembirakan bagi dunia penerbangan negeri ini.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa pada tahun ini peringkat keselamatan penerbangan Indonesia naik ke posisi 55 dari posisi 151 di antara 191 negara yang ada di Asia Pasifik. Jika dibandingkan dengan negara-negara yang ada di Asean, Indonesia kini menduduki rangking kedua di bawah Singapura. Hal ter sebut menyusul ha sil audit ke s ela mat a n p ener b a ng a n Indone sia yang dir ilis oleh International Civil Aviat ion Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Berdasarkan hasil audit tersebut, Indonesia dinyatakan berhasil mer a ih angka 81,15 persen dalam hal keselamatan penerbangan.

Padahal pada tahun 2014, Indonesia hanya meraih angka 45,33 persen di bagian tersebut. Angka itu diraih Indonesia dengan penguasaan technical dan managerial l e a d e r s h i p y a ng m e li b a t k a n s e m u a stakeholder di dunia penerbangan. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, keberhasilan ini merupakan buah kerja sama yang saling melengkapi antara regulator dan para operator. Agus menjelaskan bahwa di tahun 2007 yang lalu Indonesia hanya mengantongi angka pemenuhan 54,95% di mana Organisasi Ekonomi Penerbangan Eropa atau Europhean Union (EU) menjatuhkan larangan terbang di Eropa bagi maskapaimaskapai Indonesia. Lalu, di tahun 2014, angka yang dicapai Indonesia sempat menurun drastis menjadi 45%. “Hal itu menunjukkan bahwa ha sil penilaian keselamatan penerbangan di Indonesia masih sangat rendah, bahkan di b aw a h n e g a r a A ng ola . I t ula h y a ng menjadi bahan cemoohan terhadap dunia penerbangan kita,” ungkap Agus. M e ny a d a r i r e n d a h ny a p e n il a i a n keselamatan penerbangan dalam kurun w a k t u 10 t a h u n t e r a k h i r, Ke m e n h u b akhirnya mencanangkan gerakan kerja keras bersama dan fokus menggarap berbagai hal penting guna menghadapi ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) yang dilakukan pada bulan Oktober 2017.

“Dan hasil nilainya ternyata tinggi di atas rata-rata dunia, bahkan bisa mencapai angka fantastis sebesar 81,15%. Dari 191 negara yang tergabung di ICAO, Indonesia sudah ada di peringkat 55 dari sebelumnya di posisi 151. Ini loncatannya sangat luar biasa, melewati 90 negara!” tandas Agus. S ela in i t u , k at a A g us , p e n c a p a ia n bagus tersebut juga akan meningkatkan jumlah penerbangan maskapai-maskapai asing ke Indonesia dan akan makin banyak pula turis mancanegara yang masuk ke negeri ini. “Dengan pencapaian safety ini, para pengusaha pun akan lebih giat lagi menyelenggarakan bisnis-bisnisnya di Indonesia, termasuk di bisnis pariwisata, sehingga sektor pariwisata bakal makin b e r g a i r a h d a n b e r ke m b a ng p e s a t ,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *