Categories
Berita

Mereka Masih Ragu Mengadu

Sudah hampir tiga pekan keluarga Dedi Sukma menimbang rencana untuk mencari keadilan. Di satu sisi, mereka melihat ada kejanggalan dalam penembakan mati Dedi. Tapi, di sisi lain, mereka masih ragu untuk menempuh jalur hukum. Keluarga menganggap polisi tak transparan ihwal penyebab kematian Dedi. “Bahkan saat penangkapan kami tidak diberi tahu,” kata salah seorang saudara kandung Dedi kepada Tempo, Selasa lalu. Keluarga juga tak mempercayai klaim polisi bahwa Dedi ditembak mati karena melawan dan membahayakan petugas. Sebab, menurut mereka, ketika ditangkap pada 18 Juli lalu Dedi sama sekali tidak melawan.

Keluarga ragu-ragu menempuh jalur hukum karena berbagai alasan. Di samping tak memiliki biaya untuk bolak-balik mengurus perkara, mereka takut mendapat ancaman atau tekanan. “Yang kami khawatirkan nanti keamanannya bagaimana,” kata seorang kerabat Dedi lainnya. Pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Saleh Al-Ghifari, menyatakan lembaganya siap membantu keluarga Dedi bila hendak menempuh jalur hukum. Apalagi, LBH Jakarta juga menemukan sejumlah kejanggalan seputar penembakan mati Dedi. “Nanti kami akan memberikan pendampingan dalam kasus ini,” ucap dia. Keluarga Dedi juga menyambut baik tawaran LBH. Hanya, mereka meminta agar LBH juga membantu keluarga 14 orang lainnya yang tewas ditembak polisi. Keluarga Dedi tak ingin disorot sebagai satu-satunya pencari keadilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *