Mencegah Keguguran

Sat-jakarta.com – Keguguran atau abortus istilah kedokterannya memiliki arti akhir dari sebuah kehamilan sebelum janin dapat bertahan hidup pada usia kehamilan di 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 g. Keguguran dapat terjadi secara spontan atau dengan cara sendirinya dan secara lain keguguran dengan cara buatan (abortus provocartus).

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Abortus spontan adalah keguguran yang terjadi dengan sendirinya tanpa disengaja dan dengan tidak didahului oleh tindakan mekanik ataupun medis, namun terjadi secara alamiah. Sedangkan untuk keguguran buatan terjadi disebabkan oleh tindakan tertentu yang bertujuan untuk mengakhiri kehamilan atau bisa disebut sengaja digugurkan.

Tanda paling umum dari keguguran adalah terjadi perda rahan dalam jumlah sedikitsmungkin hanya bercakshingga banyak, dan adanya gumpalan darah atau jaringan yang ikut keluar. Tanda ini juga disertai dengan nyeri serta kram di perut bagian bawah, bisa juga nyeri yang menjalar hingga bokong dan panggul. 3ada beberapa kasus, bisa saja terjadi keguguran yang tak terdeteksi. Mama tidak menyadari telah hamil dan keguguran. .arena gejalanya mungkin sangat minim, semisal, hanya timbul flek. Ketika memeriksakan diri ke dokter, Mama baru mengetahui telah mengalami keguguran.

Mengapa Keguguran?

Keguguran di awal kehamilan pada umumnya dikarenakan oleh kelainan kromosom yang terjadi ketika proses pembuahan. Paling sering terjadi disebabkan sel telur atau sel sperma yang masuk mempunyai jumlah kromosom yang salah, dengan begitu telur atau embrio yang dibuahi tidak bisa berkembang dengan cara yang normal atau biasa disebut cacat.

Penyebab kelainan pada kromosom ini bisa berbagai jenis, mulai dari Faktor anatomi, Faktor genetik, imunitas, hormonal, inIeksi, obat-obatan, nutrisi, lingkungan yang tidak mendukung, sampai Faktor psikologis. Faktor pada Mama juga dapat menjadi salah satu penyebab keguguran, yaitu jika terdapat: kelainan hormonal, seperti hipertiroid ataupun diabetes.

Penyakit kekebalan tubuh, seperti lupus‑ kelemahan pada otot rahim sehingga tidak mampu menahan janin yang sedang berkembang. Kelainan pada rahim atau bentuk rahim, seperti dikarenakan miom atau tumor yang dapat mengganggu embrio janin serta mama yang mengalami inIeksi saat hamil, seperti cacar air, campak jerman, toksoplasma, herpes, dan lainnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *